×
صAyat 49

Tafsir As-Saadi

هَـٰذَا ذِكْرٌ ۚ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَـَٔابٍ ﴿٤٩﴾

"Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa', dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. Ini adalah pelajaran." (Shad: 48-49). (48) Maksudnya, ingatlah para nabi itu dengan sebaik-baik mengingat, dan pujilah mereka dengan sebaik-baik pujian, karena masing-masing mereka termasuk manusia-manusia pilihan, yang dipilih oleh Allah di antara manusia, dan Allah memilihkan untuk mereka kondisi-kondisi terbaik berupa amal-amal perbuatan, akhlak, sifat-sifat terpuji dan sikap-sikap yang lurus. (49) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Ini," maksudnya, mengingat para nabi pilihan ini dan mengingat sifat-sifat mereka, ﴾ ذِكۡرٞۚ ﴿ "adalah pelajaran," di dalam al-Qur`an yang penuh dengan pelajaran ini, di mana kondisi dan perihal mereka dijadikan pelajaran oleh orang-orang yang mau mengambil pelajaran, dan meneladani sifat-sifat terpuji mereka dirindukan oleh orang-orang yang mau meneladaninya; dan dapat diketahui apa-apa yang Allah anugerahkan kepada mereka, seperti sihat-sifat yang mulia dan apa-apa yang tersebar luas di kalangan manusia, yaitu pujian. Ini semua adalah salah satu bentuk meng-ingat, yaitu mengingat ahlul khair (para pelaku kebaikan). Artinya, ﴾ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa" kepada Rabbnya dengan cara mematuhi perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya dari setiap orang laki-laki dan perempuan yang beriman ﴾ لَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar di-sediakan sebaik-baik tempat kembali," yakni tempat kembali yang sangat baik dan tempat pulang yang terindah.